Sosialisasi Program Pangan dan Hilirisasi BPDP 2026 Digelar di INSTIPER Yogyakarta
INSTIPER Yogyakarta menjadi tempat diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Call for Proposal Program Pangan dan Hilirisasi BPDP Tahun 2026, pada Kamis (22/10) di ruang Auditheater. Kegiatan ini menjadi ruang informasi dan kolaborasi bagi perguruan tinggi, lembaga penelitian, pelaku usaha, koperasi, serta UMKM untuk mengembangkan inovasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.TP., M.App.Life.Sc., Direktur Peneliti UGM, serta Arfie Thahar, S.TP., MM., Kepala Divisi Program Pangan dan Hilirisasi BPDP. Keduanya memberikan pemaparan terkait peluang pengembangan dan inovasi hilirisasi komoditas perkebunan serta mekanisme pengajuan proposal dalam program BPDP tahun 2026.
Program yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini membuka kesempatan pengajuan proposal untuk mendukung kegiatan hilirisasi komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Program tersebut ditujukan bagi berbagai pihak, termasuk badan usaha, koperasi, UMKM, asosiasi, organisasi profesi, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi.
Melalui sosialisasi ini, peserta memperoleh informasi mengenai peluang dukungan pendanaan dan tata cara pengajuan proposal. Kesempatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan riset dan inovasi yang tidak hanya menghasilkan pengembangan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi industri dan masyarakat.
Bagi INSTIPER Yogyakarta, kegiatan ini sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, riset terapan, dan inovasi di sektor perkebunan. Kolaborasi antara akademisi, lembaga pendanaan, dan pelaku usaha menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat hilirisasi, meningkatkan daya saing produk, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi komoditas perkebunan.
Pengajuan proposal Program Pangan dan Hilirisasi BPDP Tahun 2026 dilakukan melalui laman resmi program-hilir.bpdp.or.id dengan batas waktu pengajuan hingga 30 Oktober 2026. Informasi dan panduan teknis program dapat diakses melalui situs resmi BPDP.
Melalui kegiatan ini, INSTIPER Yogyakarta berharap semakin banyak potensi riset dan inovasi yang dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi kemajuan industri perkebunan nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha.
