PSLB INSTIPER Perkuat Transformasi Kakao Nasional Lewat Program Indokakao
Pusat Sains Lanskap Berkelanjutan (PSLB) Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta bersama CIRAD memperkuat transformasi sektor kakao nasional melalui program Indokakao, seiring meningkatnya permintaan global terhadap komoditas kakao.
Direktur PSLB INSTIPER, Agus Setyarso, menyampaikan bahwa program Indokakao tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pendampingan bagi petani agar inovasi dapat diterapkan secara nyata dan berdampak pada peningkatan produktivitas.
Program Indokakao merupakan kerja sama strategis Indonesia–Prancis yang bertujuan mendorong pengembangan kakao berkelanjutan, memperkuat rantai nilai, serta meningkatkan ketahanan ekologis sektor kakao nasional. Sejak diluncurkan pada September 2025, program ini terus diimplementasikan di berbagai daerah.
Saat ini, produktivitas kakao Indonesia masih berada pada kisaran 0,5–0,8 ton per hektare, di bawah potensi optimal yang dapat mencapai lebih dari 1,5 ton per hektare. Selain itu, sebagian besar produksi kakao nasional masih dihasilkan oleh petani kecil yang menghadapi berbagai tantangan, seperti penuaan tanaman, serangan hama, serta keterbatasan akses pembiayaan dan teknologi.
Sebagai solusi, program Indokakao mendorong penerapan sistem “smart agroforestry”, yaitu integrasi tanaman kakao dengan pohon pelindung dan komoditas lain guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Untuk mempercepat implementasi di lapangan, PSLB INSTIPER menyelenggarakan pelatihan intensif yang diikuti oleh 26 peserta dari berbagai unsur, seperti penyuluh, pendamping perhutanan sosial, LSM, dan kelompok tani. Kegiatan ini berlangsung di KP2 INSTIPER Ungaran pada 14–16 April 2026 dan pada 17 April 2026 dilanjutkan dengan tinjauan lapangan kebun kakao di wilayah Mangunan dan Wonokerto, Turi.
Kolaborasi lintas mitra juga menjadi kunci keberhasilan program ini. CIRAD menghadirkan inovasi berbasis riset global, sementara dukungan mitra seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperkuat aspek pembiayaan bagi petani.
Melalui program ini, diharapkan kualitas kakao Indonesia dapat meningkat sehingga mampu bersaing di pasar internasional, sekaligus mendorong petani untuk mengembangkan produk olahan kakao bernilai tambah.
