Mahasiswa INSTIPER Ikuti Pembinaan Bintalfisdis di Akademi Angkatan Udara

Sebanyak 1.535 mahasiswa penerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit dari enam perguruan tinggi mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di DIY dan Jateng mengikuti kegiatan Bina Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis) di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. Di antara para peserta tersebut, sebanyak 150 mahasiswa Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta turut ambil bagian dalam proses pembinaan yang berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026.

Bagi mahasiswa INSTIPER, kegiatan Bintalfisdis menjadi pengalaman pembelajaran yang melengkapi proses pendidikan akademik di kampus. Selama lima hari mengikuti pembinaan di lingkungan AAU, mahasiswa tidak hanya ditempa melalui aktivitas fisik, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, daya juang, dan kemampuan bekerja sama.

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yakni AKPY-STIPER Yogyakarta, INSTIPER Yogyakarta, Politeknik LPP Yogyakarta, Politeknik YKPN, Sekolah Pendidikan Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), serta Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta.

Keikutsertaan mahasiswa INSTIPER dalam Bintalfisdis memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dalam lingkungan yang berbeda dari aktivitas perkuliahan sehari-hari. Lingkungan AAU menjadi tempat bagi peserta untuk mengembangkan ketangguhan diri sekaligus membangun kebiasaan positif yang dibutuhkan dalam kehidupan akademik maupun profesional.

Gubernur AAU Yogyakarta, Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AAU Yogyakarta, Kolonel Pas Iwan Setiawan, S.T., M.Han., menekankan pentingnya kekuatan mental, kondisi fisik, dan kedisiplinan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Peserta juga didorong untuk mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan serius, menaati aturan, serta menjadikan setiap proses sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan sikap pantang menyerah serta bertanggung jawab.

Bagi mahasiswa INSTIPER menempuh pendidikan di bidang perkebunan, pengalaman tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja. Kompetensi akademik dan teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memegang tanggung jawab, serta menjalankan tugas secara disiplin.

Interaksi dengan mahasiswa dari lima perguruan tinggi lainnya juga menjadi bagian dari pengalaman penting selama kegiatan. Perbedaan latar belakang pendidikan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar membangun komunikasi, menghargai perbedaan, serta menciptakan kerja sama dalam satu kelompok.

Nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting bagi calon SDM perkebunan kelapa sawit yang nantinya akan bekerja dalam lingkungan profesional yang membutuhkan kolaborasi lintas bidang. Karena itu, proses pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Bintalfisdis di AAU tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan fisik. Ketiga aspek yang menjadi fokus kegiatan—mental, fisik, dan disiplin—dipandang sebagai bagian yang saling berkaitan dalam membentuk pribadi yang tangguh.

Pembinaan mental diarahkan untuk menumbuhkan integritas, keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati. Sementara itu, latihan fisik ditujukan untuk meningkatkan kebugaran sekaligus daya juang. Aspek disiplin diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif, seperti ketepatan waktu, ketaatan terhadap aturan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan tugas.

Bagi mahasiswa INSTIPER, pengalaman tersebut menjadi pelengkap dari kompetensi yang diperoleh melalui proses pendidikan di kampus. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kemampuan sesuai bidang keilmuan, tetapi juga diharapkan memiliki karakter dan etos kerja yang mendukung kesiapan memasuki dunia profesional.