Kerja Sama Internasional INSTIPER Gelar Kuliah Umum Internasional Perdana, Perkuat Wawasan Global tentang Keberlanjutan Sawit
Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta melalui
Kantor Kerja Sama Internasional (KKI) menyelenggarakan The 1st INSTIPER
International Guest Lecture dengan tema “Sustainability in Oil Palm
Production and Global Exposure”. Kegiatan ini menjadi langkah strategis
INSTIPER dalam memperluas wawasan global sivitas akademika sekaligus memperkuat
pemahaman mengenai keberlanjutan industri kelapa sawit.
Kuliah umum internasional ini diselenggarakan secara hibrida
di Ruang Auditheater INSTIPER Yogyakarta dan melalui platform Zoom. Kegiatan
diikuti oleh jajaran pimpinan, akademisi, serta ratusan mahasiswa yang antusias
mengikuti pembahasan mengenai tantangan dan peluang industri kelapa sawit di
tingkat global.
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng.,
IPU., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Rektor
menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi mahasiswa sebagai bekal
untuk menghadapi persaingan global. Kemampuan komunikasi lintas bahasa dinilai
menjadi salah satu kompetensi penting bagi lulusan perguruan tinggi agar mampu
beradaptasi dan mengambil peran dalam perkembangan industri internasional.
Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas
keberlanjutan industri kelapa sawit dari perspektif global, penelitian
akademik, dan penerapan teknologi di lapangan.
Narasumber pertama, Ahmad Furqon, Global Palm Oil Technical
Lead dari WWF International, membahas efisiensi penggunaan lahan pada komoditas
kelapa sawit dibandingkan dengan sejumlah komoditas minyak nabati lainnya,
seperti kedelai dan bunga matahari. Ia juga menyoroti tingkat serapan Certified
Sustainable Palm Oil (CSPO) secara global yang disebut baru mencapai
sekitar 12 persen. Menurutnya, diperlukan pergeseran standar industri menuju Deforestation
and Conversion-Free (DCF), disertai sinergi seluruh aktor dalam rantai
pasok untuk mendorong penerapan Regenerative Palm Oil Framework.
Perspektif akademik dan penelitian disampaikan oleh Kepala
KKI INSTIPER Yogyakarta sekaligus dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Lisma
Safitri, S.TP., M.Si., Ph.D. Ia memaparkan hasil penelitian spatio-temporal
mengenai pemodelan potensi carbon sink pada ekosistem kelapa sawit.
Berdasarkan riset yang dilakukan di Sumatera Utara, perkebunan kelapa sawit
pada tanah mineral berpotensi berfungsi sebagai penyerap karbon bersih dalam
jangka panjang.
Lisma juga menekankan pentingnya penerapan pertanian cerdas
iklim, khususnya melalui optimalisasi irigasi dan pemupukan. Langkah tersebut
menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas
perkebunan dan upaya mitigasi emisi gas rumah kaca.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian INSTIPER, Valensi
Kautsar, S.P., M.Sc., Ph.D., memaparkan hasil pengukuran lapangan di Kalimantan
Tengah terkait stok karbon, laju sekuestrasi, dan fungsi carbon sink
pada ekosistem perkebunan. Ia juga memperkenalkan teknologi pemantauan fluks
emisi gas rumah kaca secara real-time menggunakan IoT automated
chamber. Teknologi ini diterapkan untuk memantau emisi di berbagai area,
mulai dari kebun, moda transportasi, kolam limbah palm oil mill effluent
(POME), hingga cerobong pabrik.
Diskusi yang dipandu oleh Henra, S.Si., M.Biotech.,
berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan dari peserta. Topik yang
dibahas mencakup skema sertifikasi RSPO, pelabelan lingkungan pada produk
konsumen, hingga pemanfaatan batang kelapa sawit pascareplanting sebagai
material komposit berteknologi tinggi.
Penyelenggaraan The 1st INSTIPER International Guest
Lecture menjadi bagian dari upaya INSTIPER Yogyakarta dalam menghadirkan
ruang pertukaran pengetahuan antara praktisi internasional dan akademisi,
sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan, penelitian, dan kebutuhan
industri perkebunan.
Melalui kegiatan ini, INSTIPER menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan dan planter yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki wawasan global serta pemahaman terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal INSTIPER dalam menginisiasi program kelas internasional sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi institusi.
