INSTIPER Yogyakarta Selenggarakan Uji Kompetensi bagi Mahasiswa Beasiswa SDM PKS
Yogyakarta, sebanyak 56 orang mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS angkatan pertama INSTIPER Yogyakarta mengikuti uji kompetensi okupasi asisten kebun kelapa sawit yang dilakukan oleh LSP PHI (lembaga sertifikasi profesi Perkebunan dan Hortikultura Indonesia). Mahasiswa peserta uji kompetensi mengikuti serangkaian tes mulai dari tes tertulis dan uji instruksi terstruktur. Mahasiswa yang lulus uji kompetensi tersebut akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai asisten kebun.
Uji kompetensi asisten kebun merupakan proses penilaian untuk mengukur kemampuan, pengetahuan, dan sikap kerja seorang calon atau praktisi asisten kebun sesuai dengan standar industri perkebunan. Tujuan dari uji kompetensi adalah memastikan bahwa individu tersebut layak dan mampu mengelola afdeling atau unit kebun secara profesional dan efisien.
Uji kompetensi dilakukan selama 2 hari di kampus Institut Pertanian Stiper Yogyakarta. Pada uji kompetensi ini, LSP PHI mengirimkan 3 orang asesor yaitu Andi Yusuf Akbar, S.Sos., M.I.Kom, Ir. Heri Moerdiono, M.Eng, dan Dr. Ir.Lili Dahliani, MM.,M.Si. Acara uji kompetensi ini dibuka oleh Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana. M.Eng. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Sertifikasi dan uji kompetensi merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan bagi mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS yang dibiayai oleh BPDP.
Selama berkuliah di INSTIPER, mahasiswa penerima beasiswa mengikuti serangkaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi melalui kegiatan perkuliahan dan praktikum, praktek lapang dan magang, dan juga mengikuti kegiatan ko-kurikuler yang didesain untuk membekali mahasiswa dengan skill tertentu.
Sertifikat kompetensi yang akan diterima mahasiswa merupakan sertifikat pendamping ijazah. Melalui uji kompetensi ini mahasiswa dapat membuktikan kompetensinya di bidang perkebunan seperti yang dipelajari selama mereka kuliah”.
Sertifikat kompetensi asisten kebun merupakan bukti nyata keahlian atau kompetensi seseorang dalam melakukan manajemen budidaya komoditas perkebunan pada level asisten. Kepemilikan sertifikat kompetensi dapat menjadi daya tawar seseorang saat akan memasuki dunia kerja.
Dr. Harsawardana berpesan kepada peserta uji kompetensi, “Berikan kontribusi nyata kalian bagi perkebunan Indonesia setelah nanti lulus dan memiliki sertifikat kompetensi. Baik itu kembali ke masyarakat untuk membangun perkebunan rakyat atau bekerja secara profesional di perusahaan”.
Mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi hari ini telah menyelesaikan tugas akhir penulisan skripsi dan telah mengikuti yudisium dan akan akan diwisuda pada periode Mei 2026. Pada saat lulus nantinya mahasiswa akan memperoleh ijazah dan sertifikat kompetensi sebagai asisten kebun sebagai sertifikat pendamping ijazah.
