INSTIPER Yogyakarta Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

Yogyakarta, 3 September 2026 — Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta menyambut 1.135 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Jumlah tersebut terdiri atas 1.058 mahasiswa program sarjana dan 77 mahasiswa program pascasarjana. Mahasiswa baru TA 2026/2027 ini meningkat 218 orang mahasiswa atau 20,8% jika dibandingkan dengan TA 2025/2026 yang sebelumnya berjumlah 876 mahasisiwa baru untuk jenjang sarjana. 

Dari 1.058 mahasiswa baru program sarjana, sebanyak 766 mahasiswa (72,4%) di Fakultas Pertanian, 196 mahasiswa (18,5%) di Fakultas Teknologi Pertanian, dan 96 mahasiswa (9%) di Fakultas Kehutanan.

Mahasiswa baru INSTIPER tahun akademik 2026/2027 berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Provinsi Sumatera Utara menjadi daerah asal mahasiswa dengan jumlah terbanyak, disusul Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Jawa Tengah.

Kepercayaan berbagai mitra terhadap INSTIPER juga tercermin dari tingginya jumlah mahasiswa baru penerima beasiswa. Pada Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 329 mahasiswa atau sekitar 29% dari total mahasiswa baru merupakan penerima beasiswa.

Sebanyak 150 mahasiswa baru merupakan penerima beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, sejumlah mitra industri dan pemerintah turut mempercayakan pendidikan calon SDM mereka kepada INSTIPER. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang telah memberikan beasiswa kepada INSTIPER selama 16 tahun pada tahun ini mengirimkan 35 mahasiswa penerima beasiswa untuk menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan.

Dukungan beasiswa juga berasal dari Asian Agri Group sebanyak 13 mahasiswa, Karyamas Plantation 59 mahasiswa, PT London Sumatra Indonesia 20 mahasiswa, PT Bumitama Gunajaya Agro 9 mahasiswa, Mahitala Ingkeng Gemah 2 mahasiswa, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada 5 mahasiswa, serta 36 mahasiswa melalui program KIP Kuliah.

Kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dari komitmen INSTIPER dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, khususnya pada bidang perkebunan, kehutanan, dan agroindustri.

Perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin dinamis mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.

INSTIPER terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, termasuk dalam menghadapi era Industri 4.0. Salah satu kompetensi yang menjadi perhatian adalah Higher Order Thinking Skills (HOTS), yang diperkuat melalui pengembangan kemampuan 6C, yaitu Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative Thinking, Computational Logic, dan Compassion.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat melengkapi kompetensi mahasiswa yang diperoleh melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, sehingga lulusan INSTIPER memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja dan dunia industri.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng., dalam sambutannya pada acara Pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2026/2027 di Grha INSTIPER, Yogyakarta, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru.

“Selamat datang di Kampus INSTIPER yang kita banggakan. Kalian berada di tempat yang tepat untuk mempersiapkan masa depan. INSTIPER Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang telah dipercaya untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap memasuki dunia kerja dan dunia industri”. 

INSTIPER memiliki posisi yang kuat melalui core competency di bidang perkebunan dan kehutanan yang telah dibangun selama ini. Kompetensi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan berbagai mitra, baik perusahaan maupun instansi pemerintah, untuk menjalin kerja sama dengan INSTIPER.

“Kepercayaan dari berbagai mitra tersebut merupakan bukti dari kerja sama yang telah terbangun sekaligus menjadi tanggung jawab INSTIPER untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa,” lanjutnya.

Kuliah umum dalam rangka Pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2026/2027 disampaikan oleh Puji Lestari, Ph.D., Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kuliah umum tersebut mengangkat topik “Peranan Riset dan Inovasi dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Perkebunan.” Materi ini memberikan wawasan kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya riset dan inovasi dalam meningkatkan daya saing produk perkebunan sekaligus menjawab tantangan perkembangan industri.

“Komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kakao, kopi, kelpa, sagu, pinang, lada, dan tembakau memiliki peran yang krusial bagi Indonesia. BRIN berkomitmen untuk mendukung riset dan inovasi untuk menghasilkan produk perkebunan nasional yang berdaya saing dari on farm hingga hilirisasi. Kita dorong peningkatan produktivitas, mutu, efisiensi, nilai tambah, hingga akses pasar”, jelas Puji Lestari, Ph.D.

Selain pembelajaran akademik, INSTIPER juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, bakat, serta keterampilan melalui kegiatan ko-kurikuler yang dikembangkan melalui INSTIPER Academy.

INSTIPER Academy merupakan program pendamping kurikulum yang dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh berbagai pelatihan secara intensif sebagai bekal untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan pembelajaran kurikuler.

Setelah mengikuti rangkaian Pembukaan Kuliah dan kuliah umum, mahasiswa baru INSTIPER juga mengikuti Orientasi Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) yang berlangsung pada 31 Agustus–9 September 2026.

Rangkaian OKKABUN tidak hanya dilaksanakan di lingkungan Kampus INSTIPER Yogyakarta, tetapi juga dilengkapi dengan kegiatan Kenal Kebun di KP2 Ungaran pada 5–7 September 2026.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal lingkungan kampus, memahami budaya akademik, membangun kebersamaan, serta memperoleh pengalaman awal mengenai dunia perkebunan sebagai bagian dari proses pembelajaran di INSTIPER.

Dengan dimulainya Tahun Akademik 2026/2027, INSTIPER Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, sekaligus membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan sektor perkebunan, kehutanan, dan agroindustri Indonesia.