INSTIPER Yogyakarta Mewisuda 388 Lulusan, Perkuat SDM Unggul untuk Industri Perkebunan
Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan profesional melalui penyelenggaraan Wisuda Sarjana ke-87 dan Pascasarjana ke-33 yang berlangsung di Grha INSTIPER, Sabtu (7/11/2026).
Pada periode wisuda kali ini, INSTIPER mewisuda sebanyak 388 lulusan, terdiri atas 351 lulusan Program Sarjana dan 37 lulusan Program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan.
Dari jumlah tersebut, lulusan Program Sarjana meliputi 221 orang dari Fakultas Pertanian, 101 orang dari Fakultas Teknologi Pertanian, dan 29 orang dari Fakultas Kehutanan.
Prestasi akademik turut mewarnai wisuda kali ini. Sebanyak 103 lulusan atau sekitar 27% berhasil meraih predikat cumlaude, yang terdiri atas 80 lulusan Program Sarjana dan 23 lulusan Program Pascasarjana.
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng., menekankan bahwa wisuda bukan sekadar akhir dari proses pendidikan, melainkan awal perjalanan para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“INSTIPER terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, karakter yang kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Kami berharap para lulusan mampu menjadi bagian dari solusi, menghadirkan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan Indonesia,” ujar Harsawardana.
Program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan INSTIPER terus menunjukkan perannya sebagai wadah pengembangan kompetensi bagi para profesional industri perkebunan dan kehutanan.
Dari 37 lulusan pascasarjana yang dikukuhkan pada periode ini, sejumlah wisudawan merupakan praktisi industri yang telah menduduki berbagai posisi strategis, antara lain internal auditor, kepala afdeling, direktur operasional area, sustainability head assistant, estate manager, senior manager, vice president operasional, hingga general manager.
Keberagaman latar belakang profesi tersebut menunjukkan bahwa Program Magister Manajemen Perkebunan INSTIPER menjadi salah satu pilihan bagi para praktisi untuk memperdalam pengetahuan manajerial, meningkatkan kompetensi kepemimpinan, sekaligus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks.
Selain bagi para profesional, program ini juga membuka peluang bagi lulusan sarjana yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Lingkungan akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan pimpinan perusahaan menjadi nilai tambah dalam memperluas wawasan serta membangun jejaring profesional.
“Program Magister Manajemen Perkebunan INSTIPER kami dorong menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengalaman praktis industri dengan penguatan keilmuan akademik. Kehadiran para profesional dari berbagai jenjang manajemen menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri perkebunan masa kini dan masa depan,” ungkap Harsawardana.
Pada wisuda periode ini, predikat wisudawan terbaik Program Sarjana diraih oleh Marco Anthoni Simatupang, S.P., dari Fakultas Pertanian dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.
Sementara itu, predikat wisudawan terbaik Program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan diraih oleh Ir. Saifullah, M.Si., dengan IPK 3,98 dan masa studi 1 tahun 7 bulan. Saifullah merupakan seorang profesional yang menjabat sebagai General Manager di PT Best Agro International.
Prestasi Saifullah menjadi kisah inspiratif dalam wisuda kali ini. Di usia 56 tahun, ia berhasil membuktikan bahwa semangat menuntut ilmu dan meraih prestasi tidak mengenal batas usia.
“Di usia 56 tahun, saya membuktikan bahwa belajar dan meraih prestasi tidak mengenal batas usia. Menempuh pendidikan pascasarjana di INSTIPER menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan diri,” ungkap Saifullah.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan lingkungan akademik dan bimbingan para dosen selama menjalani pendidikan.
“Saya sangat bersyukur atas bimbingan para dosen dan lingkungan akademik INSTIPER yang telah memberikan ruang bagi saya untuk terus belajar dan berkembang. Meraih predikat wisudawan terbaik program pascasarjana merupakan kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Marco Anthoni Simatupang mengungkapkan bahwa perjalanan selama menempuh pendidikan di INSTIPER memberikan banyak pengalaman berharga, baik melalui kegiatan akademik, praktikum, maupun magang di industri.
“Menjadi bagian dari keluarga besar INSTIPER merupakan pengalaman berharga yang penuh makna. Selama perkuliahan, saya tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan perjuangan,” tuturnya.
Menurut Marco, pengalaman selama kuliah menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja sekaligus membentuk karakter pribadi yang lebih tangguh dan mandiri.
Keunggulan INSTIPER dalam menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja juga tercermin melalui kemitraan yang terjalin dengan berbagai perusahaan di sektor perkebunan.
Sejumlah wisudawan pada periode ini bahkan telah memperoleh kepastian penerimaan kerja melalui program golden ticket dari perusahaan mitra INSTIPER.
Kesempatan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang menunjukkan kinerja dan kompetensi baik selama mengikuti program magang. Mahasiswa yang dinilai telah memenuhi kualifikasi untuk mengemban tanggung jawab profesional, berkesempatan diterima bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang tanpa harus mengikuti proses seleksi ulang.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata keterhubungan antara proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan tenaga profesional di dunia industri.
Melalui penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pembelajaran praktik, kegiatan magang, serta kolaborasi dengan berbagai perusahaan, INSTIPER terus berupaya memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja.
Wisuda Sarjana ke-87 dan Pascasarjana ke-33 ini sekaligus menjadi momentum bagi INSTIPER untuk terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing.
Dengan semangat pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, INSTIPER berharap para lulusannya tidak hanya mampu berkarier secara profesional, tetapi juga menjadi penggerak kemajuan dan keberlanjutan sektor pertanian, perkebunan, serta kehutanan Indonesia.
-compressed.jpg)