INSTIPER Yogyakarta dan UTeM Malaysia Perkuat Kolaborasi AI dan IoT untuk Mendukung Transformasi Agroindustri
Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) terus memperkuat jejaring internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyelenggaraan kuliah umum internasional bertema "Artificial Intelligence and Machine Learning for the Future of Plantation and Forest Commodity Industries" pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang digelar oleh Kantor Kerjasama Internasional INSTIPER, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung kemajuan sektor perkebunan dan kehutanan.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Professor Mohammad Khanapi Abdul Ghani dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) serta Dr. Ir. Andreas Wahyu K., M.Eng., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INSTIPER, sebagai narasumber utama. Kehadiran akademisi dari dua institusi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi internasional dalam bidang riset dan inovasi teknologi pertanian.
Dalam paparannya, Dr. Andreas Wahyu K. menjelaskan berbagai pengembangan riset pertanian presisi yang tengah dilakukan INSTIPER. Sejumlah inovasi tersebut mencakup pemodelan iklim berbasis kecerdasan buatan, integrasi Geographic Information System (GIS) dengan AI, pemodelan kebutuhan air irigasi, hingga pengembangan alat pemupuk otonom. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah sistem timbangan otomatis pada conveyor kelapa sawit berbasis IoT yang memanfaatkan algoritma Kalman Filter untuk menghasilkan data tonase secara lebih cepat dan akurat di lapangan.
Sementara itu, Professor Mohammad Khanapi Abdul Ghani memaparkan perkembangan ekosistem digital global yang mengintegrasikan AI dan IoT dalam berbagai sektor. Menurutnya, teknologi seperti Digital Twins, analisis citra digital, sistem pemantauan jarak jauh, asisten virtual, hingga jaringan 5G memiliki potensi besar untuk diadaptasi dalam sektor perkebunan dan kehutanan. Implementasi teknologi tersebut diyakini mampu meningkatkan kemampuan prediksi penyakit tanaman, memantau kesehatan pohon secara real time, serta mendukung penerapan precision agriculture yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain menjadi forum ilmiah, kegiatan ini juga menghasilkan pembahasan mengenai peluang kerja sama strategis antara INSTIPER Yogyakarta dan UTeM Malaysia. Bentuk kolaborasi yang direncanakan meliputi penelitian bersama pada komoditas perkebunan, penyelenggaraan seminar dan publikasi ilmiah, program pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional.
