INSTIPER Perkuat Kemitraan Internasional dengan BioTanah Prancis untuk Kembangkan Inovasi Pertanian Rendah Karbon

Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) terus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi strategis bersama BioTanah, perusahaan inovasi rendah karbon asal Prancis. Kemitraan ini diwujudkan melalui pengembangan teknologi pembenah tanah berbasis biochar, abu biomassa, dan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai solusi pertanian yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Kerja sama ini menjadi langkah nyata INSTIPER dalam mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus memperluas kemitraan kelas dunia. 

Kolaborasi yang telah dipayungi Framework Agreement sejak tanggal 5 Maret 2025 ini melibatkan BioTanah sebagai mitra internasional, PT Biomassa Energi Lestari, kelompok tani di Kabupaten Bantul, serta mahasiswa INSTIPER yang berperan aktif dalam pelaksanaan riset dan pendampingan di lapangan. Penelitian tersebut dilaksanakan di Greenhouse INSTIPER dan menggunakan tanah Regosol yang mewakili karakteristik lahan pertanian di Bantul. 

Riset ini difokuskan pada pengembangan formulasi pupuk hibrida dengan mengkombinasikan biochar atau abu biomassa dengan mikroba PGPR dan pupuk kimia. Inovasi tersebut lahir sebagai jawaban atas tantangan degradasi kesuburan tanah, tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatnya kebutuhan akan teknologi pertanian rendah karbon yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional. 

Hasil penelitian ini menunjukkan formulasi 50% biochar atau abu biomassa yang dipadukan dengan 50% pupuk kimia mampu menghasilkan produktivitas padi yang hampir setara dengan penggunaan pupuk kimia secara penuh. Temuan ini membuka peluang pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 50%, sehingga biaya produksi petani dapat ditekan tanpa mengurangi hasil panen secara signifikan. Selain meningkatkan efisiensi ekonomi, inovasi ini juga mengoptimalkan pemanfaatan limbah biomassa menjadi produk pertanian bernilai tambah yang mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan emisi karbon. 

Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama INSTIPER, Fariha Wilisiani, S.Si., M. Biotech., Ph. D., dan merupakan PIC riset ini menyampaikan bahwa kemitraan dengan BioTanah tidak hanya menghasilkan kolaborasi penelitian, tetapi juga menjadi sarana memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen dalam riset berskala global.

Beliau juga menambahkan bahwa kemitraan internasional harus mampu menghasilkan dampak yang tidak hanya dirasakan di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kerja sama yang direncanakan berlangsung hingga tahun 2030 ini menjadi bukti komitmen jangka panjang INSTIPER dan BioTanah dalam mengembangkan inovasi pertanian berkelanjutan. Tahapan berikutnya akan difokuskan pada uji lapangan skala luas, penyusunan standar operasional, sertifikasi produk, pengajuan paten bersama, hingga publikasi ilmiah internasional dan hilirisasi teknologi. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berharap hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung terwujudnya sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.