INSTIPER Lepas 671 Mahasiswa Magang ke 79 Mitra Industri di 18 Provinsi Indonesia

Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) secara resmi melepas 671 mahasiswa untuk mengikuti program magang pada 30 Juli 2026 di Lapangan GRHA INSTIPER. Program ini merupakan implementasi Kurikulum Berdampak, yang menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia industri sekaligus mendorong mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebanyak 671 mahasiswa akan menjalani magang di 79 mitra industri yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, perkebunan non sawit, dan kehutanan. Mereka akan ditempatkan di 18 provinsi di Indonesia dengan sebaran terbanyak di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat. Selama 4–6 bulan, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas industri untuk mengembangkan kompetensi teknis, pengalaman profesional, serta kemampuan beradaptasi di dunia kerja.

Program magang tahun ini diikuti oleh 231 mahasiswa melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan 440 mahasiswa melalui program reguler. Kedua skema tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri.

Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., menegaskan bahwa program magang tidak hanya menjadi wadah pembelajaran di perusahaan, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

"Magang di INSTIPER bukan hanya tentang belajar di perusahaan. Kami juga mendorong mahasiswa untuk hadir dan berkontribusi bagi masyarakat di sekitar lokasi magang. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa dapat mentransfer ilmu dan teknologi yang telah dipelajari selama di bangku kuliah sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah semangat Kurikulum Berdampak, yaitu ketika ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh industri dan masyarakat," ujar Harsawardana.

Sementara itu, Ketua Panitia Magang, Dr. Maria Ulfah, S.TP., M.P., menyampaikan bahwa komoditas magang yang paling diminati mahasiswa INSTIPER masih didominasi oleh industri perkebunan kelapa sawit.

"Sebanyak 572 mahasiswa atau 85,25 persen menjalani magang di industri perkebunan kelapa sawit. Dominasi ini semakin menegaskan posisi INSTIPER sebagai The Best Palm Oil University, kampus yang secara konsisten mencetak sumber daya manusia unggul dan profesional untuk mendukung kemajuan industri sawit Indonesia," ujarnya.

Dr. Maria Ulfah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan program magang tahun 2026.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh perusahaan mitra yang telah memberikan kesempatan dan memfasilitasi mahasiswa INSTIPER selama menjalani program magang. Apresiasi juga kami sampaikan kepada pimpinan di tingkat institut, fakultas, program studi, serta seluruh lembaga dan biro terkait yang telah bersinergi dan bekerja sama sehingga pelaksanaan magang tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya.

Melalui kemitraan dengan 79 mitra industri di berbagai daerah, INSTIPER terus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak lulusan yang siap kerja, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan di Indonesia.