INSTIPER Academy Raih Hibah Kemdiktisaintek, Kembangkan Smart Greenhouse Berbasis IoT untuk Pembelajaran dan Riset Melon
Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) kembali mencetak
prestasi di bidang inovasi dengan berhasil meraih hibah Program Skema Karya
Inovasi Baru Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan
Teknologi (Kemdiktisaintek). Hibah tersebut diperoleh melalui proposal
pengembangan Sistem Smart Greenhouse Berbasis Internet of Things (IoT) dan
Decision Support System (DSS) untuk Monitoring, Prediksi, dan Optimasi Produksi
Melon di Laboratorium Smart Farming INSTIPER.
Inovasi yang dikembangkan oleh INSTIPER IoT Academy dan
INSTIPER IT Academy ini merupakan upaya menghadirkan laboratorium pertanian
modern yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran,
penelitian, sekaligus pengembangan pertanian presisi. Melalui sistem tersebut,
berbagai parameter penting dalam budidaya melon seperti suhu, kelembapan, pH,
dan nutrisi tanaman dapat dipantau secara real-time melalui platform digital
berbasis web.
Tidak hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan, Smart
Greenhouse juga dilengkapi Decision Support System (DSS) yang mampu
menganalisis data budidaya dan memberikan rekomendasi pengelolaan tanaman
secara otomatis. Seluruh data historis budidaya akan tersimpan dalam sistem
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan praktikum, penelitian, hingga
evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.
Kegiatan ini sudah dilakukan sejak Juli 2026 dan kegiatan
monitoring evaluasi telah dilakukan pada 10 Agustus 2026 oleh Direktorat Sumber
Daya, Ditjen Diktisainstek.
Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., menyampaikan
bahwa keberhasilan memperoleh hibah Kemdiktisaintek menjadi bukti komitmen
INSTIPER dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik,
tetapi juga memberikan solusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian Indonesia.
"Hibah ini menjadi motivasi bagi INSTIPER Academy untuk
terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang memberikan dampak nyata
bagi pendidikan, penelitian, dan masyarakat. Melalui Smart Greenhouse berbasis
IoT dan Decision Support System, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi
juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola pertanian presisi berbasis
data. Kami berharap inovasi ini dapat memperkuat budaya riset, melahirkan
teknologi yang aplikatif, serta mendukung transformasi pertanian Indonesia
menuju pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,"
ujarnya.
Dr. Harsawardana menambahkan, pengembangan Smart Greenhouse
melalui INSTIPER IoT Academy dan INSTIPER IT Academy merupakan bagian dari
transformasi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things
dengan praktik budidaya modern. Laboratorium ini diharapkan menjadi pusat
pembelajaran, riset terapan, dan pengembangan inovasi yang mampu menghasilkan
solusi bagi tantangan pertanian masa depan.
Selain mendukung kegiatan akademik, Smart Greenhouse juga
diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Sistem ini dapat
dimanfaatkan sebagai media pelatihan teknologi pertanian modern bagi petani,
pelaku usaha hortikultura, maupun mitra industri, sehingga hasil inovasi kampus
dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Keke Aziz Al Amin, selaku koordinator INSTIPER IoT Academy
menjelaskan, “Pada hibah ini, kami membudidayakan melon varietas Dalmation dan
Sweet Humi yang kami pantau secara real time melalui sensor-sensor yang kami
tanam di dalam green house. Dengan memanfaatkan IoT dan DSS, akan memudahkan
budidaya melon secara presisi. Sebagai contoh jika sensor EC menunjukkan
kondisi EC di bawah rata-rata, maka akan direkomendasikan untuk menambah
nutrisi ke tanaman melalui mekanisme vertigasi”.
Melalui dukungan hibah Kemdiktisaintek, penguatan peran INSTIPER IoT Academy dan INSTIPER IT Academy, INSTIPER Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi Smart Greenhouse ini diharapkan menjadi model penerapan smart farming yang mampu memperkuat kualitas pendidikan, menghasilkan riset yang aplikatif, serta mendorong terwujudnya pertanian Indonesia yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
