Dirjen Industri Agro Kunjungi INSTIPER, Dorong Pengembangan Inovasi Teknologi SPOT
Inovasi teknologi kelapa sawit terus dikembangkan di lingkungan kampus Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta melalui kehadiran Steamless Palm Oil Technology (SPOT) Teaching Plant. Fasilitas ini menjadi langkah nyata INSTIPER dalam mempertemukan dunia pendidikan, penelitian, dan industri untuk menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng., menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan sekaligus memberikan kuliah umum di kampus INSTIPER oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro, Ir. Putu Juli Ardika,MA., pada Jumat (16 Oktober 2026).
Menurut Harsawardana, kehadiran SPOT berawal dari gagasan yang dirintis Putu Juli Ardika bersama Petrus Tjandra dan Dr. Purwadi, kemudian diwujudkan melalui kerja sama Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) dan PT Agro Investama. INSTIPER dipercaya menjadi pusat riset dan pengembangan teknologi tersebut.
Menurut Putu Juli, keberadaan fasilitas ini berpotensi menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Ia berharap INSTIPER dapat menjadi pusat pengembangan SPOT di Indonesia, dengan melibatkan mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha dalam penyempurnaan teknologi.
SPOT berpotensi menghasilkan minyak sawit bernutrisi serta membuka peluang pemanfaatan hasil pengolahan menjadi produk bernilai tambah. Pengembangan selanjutnya mencakup pengolahan lanjutan untuk menghasilkan olein dan stearin melalui proses fraksinasi. Teknologi ini juga memiliki potensi pemanfaatan komponen hasil pengolahan sebagai bahan bakar yang masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Sebelum diterapkan secara luas, teknologi SPOT perlu melalui optimalisasi serta pengujian kelayakan teknis dan bisnis. Pembangunan pilot plant ditargetkan pada 2027 sebagai tahap untuk mengkaji potensi penerapan dan model bisnisnya.
Bagi INSTIPER, SPOT bukan sekadar fasilitas teknologi, melainkan ruang belajar dan berinovasi bagi sivitas akademika untuk menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan nyata industri. Pengembangannya diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah komoditas sawit, serta memperluas manfaat inovasi bagi masyarakat.
“Kami berharap langkah ini menjadi platform bagi para pengembang dan peneliti di bidang industri berbasis teknologi SPOT. Semoga teknologi ini terus disempurnakan dan dapat dikembangkan untuk masyarakat serta industri yang membutuhkan,” ungkap Harsawardana.
Melalui SPOT Teaching Plant, INSTIPER berkomitmen memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan teknologi bersama pemerintah serta dunia usaha. Upaya ini diharapkan menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendorong inovasi agroindustri dan mendukung kemajuan industri kelapa sawit Indonesia.
